5 Film Bioskop Terbaru 2025 dengan Rating Tertinggi

5 Film Bioskop Terbaru 2025 dengan Rating Tertinggi

Apakah Anda siap untuk film bioskop terbaru 2025 yang akan menggemparkan dunia perfilman? Meskipun mendapat ulasan yang kurang baik, film original Five Nights at Freddy’s berhasil meraup lebih dari $80 juta dalam penayangannya di box office, sementara film Zootopia original menghasilkan lebih dari $1 miliar di box office global. Ini menunjukkan betapa antusiasnya penonton terhadap film-film populer!

Sebagai penggemar film, saya sangat menantikan deretan film terbaru 2025 yang akan segera hadir di layar lebar. Dari sekuel yang dinanti-nantikan seperti Wicked: For Good yang dijadwalkan tayang saat Thanksgiving, hingga film action terbaru 2025 seperti The Running Man karya Stephen King yang disutradarai Edgar Wright dan dibintangi Glen Powell. Selain itu, kita juga akan menyaksikan karya Guillermo del Toro, Frankenstein, yang akan tayang perdana di Festival Film Venesia pada 30 Agustus dan akan mendapat penayangan tiga minggu di bioskop mulai 17 Oktober sebelum film tersebut hadir di Netflix pada 7 November. Dalam artikel ini, saya akan membahas lima film bioskop mendatang dengan rating tertinggi yang wajib Anda tonton tahun depan.

The Smashing Machine

Image Source: Deadline

The Smashing Machine

Film bioskop terbaru 2025 yang paling saya tunggu adalah The Smashing Machine, sebuah drama biografi olahraga yang kuat dan mendalam. Film ini menceritakan kisah nyata Mark Kerr, seorang petarung MMA terkenal yang mencapai puncak kariernya namun menghadapi berbagai kesulitan pribadi. Mari kita bahas lebih detail tentang film yang menjanjikan ini.

Tanggal rilis The Smashing Machine

The Smashing Machine dijadwalkan akan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 3 Oktober 2025. Sebelum rilis resminya, film ini telah melakukan premiere dunia di Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 1 September 2025. Film ini juga akan diputar di Festival Film Internasional Toronto pada 8 September 2025. A24 bertindak sebagai distributor untuk film yang dinanti-nantikan ini[62].

Sutradara The Smashing Machine

Film bioskop mendatang ini disutradarai oleh Benny Safdie, yang juga menulis, memproduksi, dan mengedit film tersebut. Menariknya, ini merupakan film fitur solo pertama Benny tanpa kerja sama dengan saudaranya, Josh Safdie[63]. Prestasi Benny Safdie di balik layar sudah mendapat pengakuan sejak awal, terbukti dengan diraihnya penghargaan Silver Lion di Festival Film Venesia.

Pemeran utama The Smashing Machine

The Smashing Machine menampilkan jajaran pemeran berbakat:

  • Dwayne Johnson berperan sebagai Mark Kerr, dua kali juara turnamen UFC Heavyweight
  • Emily Blunt memerankan Dawn Staples, pasangan Mark Kerr[61]
  • Ryan Bader sebagai Mark Coleman, sesama petarung[61]
  • Bas Rutten berperan sebagai dirinya sendiri[61]
  • Oleksandr Usyk sebagai Igor Vovchanchyn

Selain itu, film ini juga menampilkan beberapa nama dari dunia MMA sebenarnya, termasuk Satoshi Ishii, James Moontasri, dan beberapa atlet MMA lainnya. Pendekatan casting ini memberikan nuansa otentik pada film tersebut, menciptakan keseimbangan antara film fiksi dan dokumenter.

Sinopsis film The Smashing Machine

The Smashing Machine mengikuti perjalanan hidup Mark Kerr, seorang pelopor MMA yang karirnya mencapai puncak pada akhir tahun 90-an. Film ini tidak hanya menampilkan pertarungan-pertarungannya yang brutal, tetapi juga menggali lebih dalam ke masalah pribadi Kerr.

Alur cerita berfokus pada periode 1997-2000, saat Kerr meraih dua gelar turnamen UFC kelas berat dan dominasinya di arena. Namun, kontras tajam muncul antara kesuksesannya di dalam ring dan masalah-masalahnya di luar arena, khususnya perjuangannya melawan kecanduan opiat yang dipicu oleh dampak fisik dari pertarungan-pertarungannya.

Film ini juga menjelajahi hubungan rumit Kerr dengan pasangannya, Dawn Staples. Kita akan menyaksikan bagaimana tekanan ketenaran dan tuntutan olahraga ekstrem ini memengaruhi tidak hanya fisik namun juga mental sang atlet dan hubungan pribadinya[51].

Genre film The Smashing Machine

Film action terbaru 2025 ini masuk dalam beberapa genre sekaligus:

  • Biografi
  • Drama
  • Olahraga
  • Tinju
  • Docudrama
  • Aksi
  • Sejarah[61][62]

Film ini menerima rating R karena bahasa yang digunakan dan beberapa adegan penyalahgunaan obat-obatan. Dengan durasi 2 jam 3 menit, The Smashing Machine menawarkan pengalaman menonton yang intens dan mendalam[62].

Alasan The Smashing Machine dinantikan

Ada beberapa alasan kuat mengapa The Smashing Machine menjadi salah satu film yang akan tayang paling dinantikan tahun 2025:

Pertama, penampilan Dwayne Johnson yang mendapat pujian luas dari kritikus, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai penampilan terbaik dalam kariernya. Johnson melakukan transformasi fisik dan emosional yang drastis untuk memerankan Kerr, termasuk jam-jam panjang prostetik setiap hari dan penambahan berat badan. Jauh dari peran-peran blockbuster actionnya yang biasa, Johnson menampilkan sisi yang lebih rentan dan kompleks sebagai Kerr.

Kedua, film ini mendapat respons positif dari para kritikus. Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, 76% dari 92 ulasan kritikus bernilai positif, sementara Metacritic memberi film ini skor 69 dari 100 berdasarkan 27 kritikus, yang menunjukkan ulasan “umumnya positif”.

Ketiga, pendekatan sinematografi yang unik dan gaya penceritaan yang otentik. Film ini sering dibandingkan dengan film-film olahraga klasik seperti Raging Bull dan Rocky, namun dengan pendekatan yang lebih kompleks dan tidak mengikuti formula biopic tradisional. Sinematografi Maceo Bishop yang apa adanya memberikan nuansa dokumenter yang membuat pengalaman menonton lebih intim dan nyata.

Keempat, film bioskop terbaru 2025 ini merupakan adaptasi dari dokumenter tahun 2002 berjudul “The Smashing Machine: The Life and Times of Extreme Fighter Mark Kerr” karya John Hyams, yang sudah mendapat pengakuan[64]. Benny Safdie berhasil mengambil esensi dokumenter tersebut dan mentransformasikannya menjadi sebuah drama biografis yang kuat.

The Smashing Machine bukanlah sekadar film tentang pertarungan MMA. Lebih dari itu, film ini menceritakan tentang ambisi, rasa sakit, dan harga yang harus dibayar untuk mengejar kesuksesan. Dengan kombinasi akting berkualitas tinggi, arahan yang kuat, dan cerita yang mendalam, tidak heran film ini menjadi salah satu film bioskop mendatang yang paling dinantikan tahun 2025.

Frankenstein

Image Source: The Hollywood Reporter

Frankenstein

Salah satu film bioskop mendatang yang mendapat perhatian khusus tahun 2025 adalah Frankenstein, adaptasi klasik Mary Shelley oleh sutradara visioner Guillermo del Toro. Sebagai film yang telah diimpikan del Toro selama puluhan tahun, adaptasi ini menjanjikan pendekatan yang segar dan mendalam terhadap kisah monster legendaris tersebut.

Tanggal rilis Frankenstein

Frankenstein akan memulai perjalanannya dengan premiere dunia di kompetisi utama Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 30 Agustus 2025. Setelah itu, film ini akan mendapatkan penayangan terbatas di bioskop mulai 17 Oktober 2025 sebelum akhirnya dirilis secara global oleh Netflix pada 7 November 2025.

Strategi rilis ini memberikan kesempatan bagi penggemar film untuk menikmati karya ini di layar besar selama tiga minggu eksklusif sebelum tersedia di platform streaming. Selain itu, Netflix juga berencana merilis film ini dalam format fisik, seperti yang dilakukan untuk film stop-motion del Toro sebelumnya, “Pinocchio”.

Sutradara Frankenstein

Film terbaru 2025 ini ditulis dan disutradarai oleh Guillermo del Toro, pemenang Oscar yang dikenal dengan karyanya seperti “The Shape of Water” dan “Pan’s Labyrinth”. Del Toro telah bermimpi membuat adaptasi Frankenstein sejak kecil, bahkan sebelum dia memiliki kamera. Menurut Bela Bajaria, Chief Content Officer Netflix, “Ini adalah film yang membuatnya ingin menjadi seorang pembuat film sejak awal”.

Menariknya, del Toro tidak melihat Frankenstein sebagai film horor, melainkan sebagai biografi karakter-karakternya. “Semua terdengar konyol, tapi saya melihatnya sebagai biografi karakter-karakter ini,” ujarnya. Del Toro menambahkan bahwa filmnya “adalah tentang garis keturunan rasa sakit keluarga”.

Dengan anggaran sekitar IDR 1902613.83 juta, del Toro berkomitmen untuk menggunakan set nyata dan efek praktis daripada CGI. “Sangat penting bagi saya untuk menjaga realitas kerajinan film tetap hidup. Saya menginginkan set nyata. Saya tidak menginginkan digital. Saya tidak menginginkan AI. Saya tidak menginginkan simulasi,” tegasnya.

Pemeran utama Frankenstein

Frankenstein menampilkan jajaran pemeran berbakat:

  • Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein, ilmuwan brilian namun egois
  • Jacob Elordi sebagai sang monster
  • Mia Goth sebagai tunangan keponakan Victor
  • Felix Kammerer
  • Lars Mikkelsen
  • David Bradley
  • Charles Dance sebagai ayah Victor yang menindas
  • Christoph Waltz yang menampilkan salah satu penampilannya yang paling simpatik sebagai mentor dengan motif tersembunyi

Pemilihan Jacob Elordi untuk memerankan monster terjadi setelah Andrew Garfield mengundurkan diri dari proyek tersebut. Del Toro terkesan dengan penampilan Elordi dalam film “Saltburn” dan memilihnya karena matanya yang “penuh kemanusiaan”. Sementara itu, Oscar Isaac digambarkan memiliki “semua kharisma dan kekuatan menggoda yang, dalam pikiran saya, dimiliki Victor”.

Sinopsis film Frankenstein

Frankenstein menceritakan kisah Victor Frankenstein, seorang ilmuwan brilian namun egois yang menghidupkan makhluk ciptaannya dalam eksperimen mengerikan yang akhirnya menghancurkan baik sang pencipta maupun ciptaannya yang tragis.

Film ini tidak hanya menggambarkan Victor sebagai ilmuwan gila, tetapi sebagai “semacam jenius bintang rock”. Berbeda dengan adaptasi sebelumnya yang sering menunjukkan Victor merampok kuburan untuk mendapatkan bagian tubuh, del Toro menunjukkan proses penciptaan monster secara detail.

Victor tidak hanya seorang ahli anatomi dan ilmuwan, tetapi juga seorang seniman. Alur cerita juga menjelajahi dinamika keluarga—bagaimana Victor dibentuk menjadi ilmuwan yang ceroboh oleh ayahnya yang menindas, hanya untuk menjadi orang tua yang kasar terhadap “putranya”, sang monster, ketika dia kecewa dengan ciptaannya.

Genre film Frankenstein

Meskipun berbasis novel gothic fiksi ilmiah, del Toro menegaskan bahwa film yang akan tayang ini “bukan film horor, melainkan kisah yang sangat emosional”. Film berdurasi 150 menit ini masuk dalam kategori drama fiksi ilmiah gothic Amerika. Frankenstein mendapat rating R karena adegan kekerasan berdarah dan gambar-gambar mengerikan.

Secara visual, del Toro menginginkan era Victoria yang “penuh warna dan lumpur dan uap dan kotoran dan sains mutakhir”. Film ini juga menggabungkan catatan fotografis tentang bagaimana makhluk itu disusun, yang disimpan pada pelat kaca.

Alasan Frankenstein dinantikan

Pertama, film bioskop yang akan datang ini merupakan proyek impian yang telah direncanakan del Toro selama 30 tahun. “Ini adalah film yang ingin saya buat sebelum saya bahkan memiliki kamera,” ungkapnya. Sebagai penggemar berat novel Mary Shelley, del Toro bahkan pernah berterima kasih kepada penulis tersebut dalam pidato penerimaan penghargaan BAFTA-nya pada 2018, menyebut Shelley sebagai “figur yang sama pentingnya dalam hidup saya seperti keluarga”.

Kedua, pendekatan visual yang unik terhadap sang monster. Berbeda dengan adaptasi klasik di mana monster memiliki kepala datar, baut di leher, dan sepatu boot berat, makhluk del Toro digambarkan sebagai makhluk yang sedih, sensitif, dan merindukan kasih sayang dan pengetahuan. Del Toro terinspirasi oleh patung marmer abad ke-16 karya Marco d’Agrate yang menggambarkan St. Bartholomew.

Ketiga, komitmen terhadap kerajinan tradisional film. Del Toro menghabiskan IDR 1902613.83 juta dari anggaran produksi untuk desain set, properti, dan tata rias. Alih-alih mengandalkan efek khusus komputer, dia membangun set yang megah dan menggunakan efek praktis.

Keempat, kisah ini relevan dengan masa kini. “Saya ingin film ini terasa bukan sebagai masa lalu, tetapi sangat modern dan penuh semangat dan hidup dengan pertanyaan-pertanyaan masa kini,” kata del Toro. Film ini mengeksplorasi apa artinya menjadi manusia, meskipun bukan dimaksudkan sebagai metafora untuk kecerdasan buatan.

Kelima, jajaran pemeran berbakat. Penampilan Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai monster menjanjikan interpretasi yang segar dan mendalam terhadap karakter-karakter ikonik ini.

Film terbaru 2025 ini juga menampilkan beberapa aktor karakter fantastis seperti Mia Goth, Charles Dance, dan Christoph Waltz, namun Isaac dan Elordi-lah yang akan mendefinisikan film tersebut. Khusus untuk Elordi, peran monster Frankenstein akan menjadi ujian besar dalam kariernya, di mana dia harus menyampaikan tragedi sang monster di balik lapisan-lapisan makeup yang mengubahnya menjadi makhluk yang dijahit dari potongan-potongan mayat.

Tron: Ares

Image Source: Disney Movies

Tron: Ares

Di dunia film fiksi ilmiah, sekuel yang telah lama dinantikan selalu memicu antusiasme luar biasa. Tron: Ares menjadi salah satu film bioskop terbaru 2025 yang menggabungkan nostalgia dengan teknologi mutakhir, menyajikan kisah yang menghubungkan dunia digital dengan dunia nyata.

Tanggal rilis Tron: Ares

Tron: Ares dijadwalkan akan rilis di bioskop Amerika Serikat pada 10 Oktober 2025. Film ini akan hadir bersamaan dengan film-film lain seperti Roofman dan Kiss of the Spider Woman. Menariknya, Tron: Ares diprediksi akan menghasilkan pendapatan sekitar IDR 697625.07 juta di pekan pembukaannya, jumlah yang sama dengan pendapatan pendahulunya, Tron: Legacy, pada pekan pembukaan domestiknya.

Sebelum memulai produksi, film ini mengalami beberapa penundaan, termasuk akibat pemogokan SAG-AFTRA pada 2023. Namun, pengambilan gambar akhirnya dimulai pada awal 2024 dan selesai pada Mei 2024, memastikan film tersebut tetap sesuai dengan jadwal rilisnya.

Sutradara Tron: Ares

Film terbaru 2025 ini disutradarai oleh Joachim Rønning, yang sebelumnya mengarahkan film-film seperti Maleficent: Mistress of Evil dan Young Woman and the Sea. Rønning mengambil alih proyek ini setelah Garth Davis mengundurkan diri pada awal 2023.

Naskah final ditulis oleh Jack Thorne setelah Jesse Wigutow bekerja pada iterasi sebelumnya dari film tersebut bersama dengan sutradara Tron: Legacy, Joseph Kosinski. David DiGilio juga tercatat sebagai penulis cerita, sementara sinematografi ditangani oleh Jeff Cronenweth.

Pada dasarnya, Rønning memiliki visi tersendiri untuk Tron: Ares, menyebutkan bahwa “episode ini akan sedikit lebih kasar, sedikit lebih industrial”. Dia juga menekankan pentingnya koneksi emosional dalam film, mengatakan, “Bagi saya sebagai pembuat film, tidak cukup hanya memiliki aksi; saya perlu terhubung dengan karakter, saya perlu terhubung dengan inti emosional film”.

Pemeran utama Tron: Ares

Jared Leto memimpin jajaran pemeran Tron: Ares sebagai karakter utama, Ares. Saat berbicara tentang kostum yang digunakan dalam film ini, Leto mengatakan, “Mereka membangun sebuah kostum yang luar biasa. Saya pikir saya mungkin bisa menggunakan kostum tersebut di dunia nyata dalam keadaan tertentu, seperti memakai sepotong baju besi dari kepala hingga kaki. Beratnya sekitar 45 pound, tapi tetap fleksibel. Tapi ketika Anda memakainya, Anda merasa seperti seorang pejuang—dan Ares, seperti namanya, memang seorang pejuang”.

Selain Leto, film ini juga menampilkan aktor-aktor berbakat seperti:

  • Evan Peters sebagai Julian Dillinger, seorang teknisi jenius
  • Greta Lee sebagai Eve Kim, seorang programmer
  • Jodie Turner-Smith sebagai Athena, partner Ares
  • Jeff Bridges kembali sebagai Kevin Flynn dari film-film sebelumnya
  • Gillian Anderson sebagai Elisabeth Dillinger
  • Cameron Monaghan, Hasan Minhaj, dan Arturo Castro

Di acara D23 2024, para pemeran memberikan lebih banyak detail tentang karakter mereka. Peters menyebutkan bahwa nama belakang karakternya adalah Dillinger, “yang tidak selalu berarti hal baik bagi mereka yang berada di grid”, merujuk pada antagonis di film pertama. Sementara itu, Lee menjelaskan dia memerankan programmer bernama Eve, “yang karya terbesarnya menyediakan jalan bagi Ares untuk masuk ke dunia kita”.

Sinopsis film Tron: Ares

Tron: Ares mengikuti program canggih bernama Ares yang dikirim dari dunia digital ke dunia nyata untuk menjalankan misi berbahaya, menandai pertemuan pertama manusia dengan makhluk AI. Ares dikembangkan oleh Julian Dillinger (Evan Peters) sebagai program militer.

Alur cerita mengikuti Ares (Jared Leto) dan partnernya, Athena (Jodie Turner-Smith), saat mereka mengejar programmer Eve Kim (Greta Lee) untuk mengambil kode berharga bagi penciptanya, Julian Dillinger. Konsep ini sebenarnya pernah disinggung dalam Legacy, menjadi titik plot penting untuk sprint gila-gilaan menuju portal untuk pulang sebelum Clu.

Genre film Tron: Ares

Film bioskop yang akan datang ini masuk dalam genre fiksi ilmiah, aksi, dan petualangan. Menariknya, Tron: Ares menjadi film pertama dalam seri Tron yang mendapat rating PG-13 dari Motion Picture Association, setelah pendahulunya diberi rating PG. Rating PG-13 ini diberikan untuk kekerasan/aksi.

Tron: Ares juga akan dirilis di format IMAX, menjanjikan pengalaman visual yang menakjubkan bagi para penggemar.

Alasan Tron: Ares dinantikan

Terdapat beberapa alasan mengapa Tron: Ares menjadi salah satu film bioskop mendatang yang paling dinantikan tahun 2025:

Pertama, film ini menjadi sekuel pertama dalam seri Tron setelah 15 tahun sejak Tron: Legacy dirilis pada 2010. Jarak waktu yang panjang ini telah membangun antisipasi besar di kalangan penggemar.

Kedua, kembalinya Jeff Bridges sebagai Kevin Flynn, karakter ikonik dari film-film sebelumnya. Bridges menjadi satu-satunya aktor yang kembali memerankan peran aslinya dalam film ini, menjadikannya memiliki penampilan film terbanyak dalam waralaba ini.

Ketiga, film action terbaru 2025 ini mengangkat tema relevan tentang hubungan manusia dengan kecerdasan buatan. Seperti yang dikatakan Bridges, “Kecerdasan Buatan ada di pikiran dan hati semua orang akhir-akhir ini; menjadi bagian dari menceritakan kisah ini sangat menyenangkan”.

Keempat, konsep dunia komputer yang berpadu dengan dunia nyata, yang awalnya direncanakan untuk game yang dibatalkan, TRON: End Of Worlds. Konsep ini memberikan dimensi baru pada franchise tersebut.

Kelima, film yang akan tayang ini telah tumbuh menjadi franchise kultus yang terus berkembang dalam satu setengah dekade sejak terakhir kali muncul di layar lebar. Faktanya, Tron: Ares menjadi salah satu film paling dinantikan untuk musim gugur 2025.

Wicked: For Good

Image Source: Gay Times

Wicked: For Good

Melanjutkan kesuksesan adaptasi musikal Broadway, Wicked: For Good mengajak penonton untuk kembali ke dunia ajaib Oz. Sebagai sekuel yang dinanti-nantikan dari film pertama yang sukses besar, film yang akan tayang ini mengeksplorasi kisah selanjutnya dari dua penyihir ikonik Oz.

Tanggal rilis Wicked: For Good

Wicked: For Good dijadwalkan rilis di bioskop Amerika Serikat pada 21 November 2025. Tanggal ini dipilih strategis menjelang liburan Thanksgiving, momen yang ideal untuk film keluarga. Film ini akan tayang eksklusif di bioskop untuk jangka waktu yang cukup lama sebelum tersedia di platform streaming. Seperti halnya film pertama, Wicked: For Good kemungkinan akan memiliki masa tunggu yang lebih lama sebelum dirilis secara digital.

Sutradara Wicked: For Good

Jon M. Chu kembali memegang kendali sebagai sutradara Wicked: For Good. Skenario ditulis oleh Winnie Holzman dan Dana Fox, dengan Holzman sendiri juga menulis buku musikal Broadway aslinya. Chu mengungkapkan bahwa film kedua ini akan memiliki nuansa yang jauh lebih gelap dibandingkan dengan film pertama, membawa penceritaan ke level yang lebih dalam dan emosional.

Menurut Chu, “Jika bagian pertama berbicara tentang pilihan, bagian kedua adalah tentang konsekuensi”. Dia menambahkan bahwa pilihan-pilihan tersebut menjadi “delapan kali lebih relevan” dalam konteks peristiwa politik dan sosial terkini.

Pemeran utama Wicked: For Good

Para pemeran utama kembali untuk melanjutkan kisah mereka:

  • Cynthia Erivo sebagai Elphaba (Penyihir Jahat dari Barat)
  • Ariana Grande sebagai Glinda (Penyihir Baik)
  • Jonathan Bailey sebagai Fiyero
  • Ethan Slater sebagai Boq
  • Bowen Yang sebagai Pfannee
  • Marissa Bode sebagai Nessarose
  • Michelle Yeoh sebagai Madame Morrible
  • Jeff Goldblum sebagai The Wizard

Selain itu, karakter Dorothy Gale, gadis dari Kansas yang terbawa ke Negeri Oz oleh tornado bersama anjingnya Toto, akan membuat penampilan dengan peran yang lebih menonjol dibandingkan dengan babak kedua musikal.

Sinopsis film Wicked: For Good

Wicked: For Good mengikuti kisah Elphaba dan Glinda yang mulai menjalani identitas baru mereka sebagai Penyihir Jahat dari Barat dan Glinda sang Penyihir Baik. Lima tahun setelah peristiwa di film pertama, Elphaba yang kini dijuluki “Penyihir Jahat dari Barat” telah menjadi buronan, sementara masih melanjutkan perjuangannya untuk hak-hak binatang dan berbagai penyebab penting lainnya.

Sementara itu, Glinda juga telah naik menjadi juru bicara yang menonjol, kini dikenal sebagai “Glinda the Good”, di bawah pengawasan ketat Wizard dan Madame Morrible. Ketika keduanya menghadapi dampak dari keputusan mereka, persahabatan mereka diuji oleh berbagai cobaan lain, akibat rangkaian peristiwa rumit, termasuk kedatangan mengejutkan Dorothy Gale dari Kansas, sebuah kejutan yang akan mengubah Negeri Oz selamanya.

Genre film Wicked: For Good

Wicked: For Good adalah film musikal fantasi dengan durasi 2 jam 18 menit dan mendapat rating PG. Stephen Schwartz, komposer musikal asli, mengonfirmasi bahwa film ini akan menyertakan dua lagu baru “untuk memenuhi tuntutan penceritaan”. Lagu “For Good”, yang menjadi salah satu duet terbaik dalam pertunjukan tersebut, juga menginspirasi judul film.

Meskipun menjanjikan nuansa yang lebih gelap, Chu meyakinkan bahwa Wicked: For Good akan tetap mempertahankan sebagian keceriaan dari film pertama. “Ada banyak bagian ringan dalam film ini. Ada banyak bagian menyenangkan. Kami tidak melupakan itu, tetapi ada kedewasaan dan nuansa yang kami peroleh dari film pertama,” ujarnya.

Alasan Wicked: For Good dinantikan

Pertama, kesuksesan luar biasa film pertama. Film Wicked menjadi adaptasi film Broadway paling sukses sepanjang masa, menghasilkan lebih dari IDR 5691986.37 juta dalam dua minggu penayangan dan meraih 10 nominasi Academy Award®.

Kedua, film ini menampilkan dua lagu baru yang ditulis khusus untuk adaptasi film, memberi penggemar sesuatu yang belum pernah mereka dengar di panggung Broadway.

Ketiga, pendekatan penceritaan yang matang. Dengan membagi adaptasi menjadi dua bagian, para pembuat film dapat memperluas hubungan antara karakter, khususnya Elphaba dan Glinda, sehingga penonton film dapat memahami mereka dengan lebih baik.

Keempat, kemungkinan keterlibatan Dorothy Gale. Berbeda dengan musikal panggung di mana Dorothy tidak terlihat, film ini akan memberikan peran yang lebih menonjol bagi karakter ikonik tersebut.

Kelima, babak kedua musikal Wicked menawarkan revisi menarik dari kisah klasik The Wizard of Oz, menampilkan kisah asal-usul untuk Lion, Tin Man, dan Scarecrow. Sebagai penggemar film bioskop terbaru 2025, saya sangat menantikan bagaimana Wicked: For Good akan menyajikan kisah paralel dengan film klasik 1939 tersebut.

The Running Man

Image Source: Movie Insider

The Running Man

Dunia dystopian yang kejam dan pertunjukan TV berbahaya menjadi latar belakang untuk film action terbaru 2025 yang saya nantikan – The Running Man. Film ini menawarkan perspektif segar tentang kisah Stephen King dengan adaptasi yang jauh lebih setia terhadap materi sumber dibandingkan versi 1987 yang dibintangi Arnold Schwarzenegger.

Tanggal rilis The Running Man

The Running Man dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 14 November 2025 melalui Paramount Pictures. Tanggal rilis ini dipilih strategis untuk memanfaatkan akses ke layar IMAX. Sebelumnya, film ini sempat mengalami penyesuaian jadwal untuk memaksimalkan potensi keberhasilannya di box office.

Sutradara The Running Man

Film bioskop yang akan datang ini disutradarai oleh Edgar Wright, yang juga menulis skenario bersama Michael Bacall. Wright dikenal dengan gaya penyutradaraannya yang dinamis dan penuh energi. Menurut Wright, adaptasi terbarunya bukan sekadar remake film original, melainkan versi yang “jauh lebih setia” terhadap novel sumber karya Stephen King.

Pemeran utama The Running Man

The Running Man menampilkan jajaran pemeran berbakat:

  • Glen Powell sebagai Ben Richards, kontestan utama
  • Josh Brolin sebagai Dan Killian, produser acara
  • Colman Domingo sebagai Bobby Thompson, pembawa acara
  • Lee Pace sebagai Evan McCone, seorang hunter
  • Jayme Lawson sebagai Sheila Richards, istri Ben
  • Michael Cera sebagai Elton Parrakis, pemberontak yang membantu Ben
  • Emilia Jones sebagai Amelia Williams
  • William H. Macy sebagai pria yang membantu Richards ketika dia dalam pelarian

Meskipun demikian, Powell menjadi pusat perhatian dalam film ini dengan penampilannya yang mengesankan. Bahkan Wright menyebutkan, “Dia benar-benar dan secara harfiah melemparkan dirinya ke dalamnya, seperti yang bisa Anda lihat”.

Sinopsis film The Running Man

Dalam masyarakat masa depan yang kejam, The Running Man adalah acara TV dengan rating tertinggi—kompetisi mematikan di mana kontestan, yang dikenal sebagai “Runners”, harus bertahan selama 30 hari sambil diburu oleh pembunuh profesional. Setiap “runner” yang bisa bertahan hidup selama 30 hari akan memenangkan hadiah utama sebesar IDR 15.855,12 miliar.

Putus asa untuk menyelamatkan putrinya yang sakit, Ben Richards (Glen Powell) diajak oleh produser acara yang menawan namun kejam, Dan Killian (Josh Brolin), untuk mengikuti permainan tersebut sebagai jalan keluar terakhir. Namun, pembangkangan, insting, dan keberaniannya menjadikan Ben favorit penggemar yang tak terduga—dan ancaman bagi seluruh sistem.

Genre film The Running Man

The Running Man adalah film thriller aksi dystopian yang berlatar masa depan di mana Ben Richards bergabung dengan acara permainan di mana para kontestan diperbolehkan pergi ke mana saja di dunia sementara mereka dikejar oleh “pemburu” yang dibayar untuk membunuh mereka.

Wright mendeskripsikan pendekatannya terhadap cerita ini sebagai “road movie yang sangat intens dan berbahaya”, menjadikannya film bioskop terbaru 2025 yang menawarkan pengalaman menonton yang menegangkan.

Alasan The Running Man dinantikan

Pertama, film ini merupakan adaptasi yang lebih setia terhadap novel Stephen King dibandingkan versi 1987. Berbeda dengan film asli, versi Wright kembali ke sumber, menghilangkan tokoh kekasih dan mengembalikan istri Ben, Sheila, yang diperankan oleh Jayme Lawson.

Kedua, kehadiran Edgar Wright sebagai sutradara yang dikenal dengan film-filmnya seperti Scott Pilgrim, Shaun of the Dead, dan lainnya menjanjikan pendekatan yang segar dan energik.

Ketiga, Glen Powell yang juga menampilkan kemampuan komedinya yang diperlihatkan dalam film hit bersama Sydney Sweeney, Anyone But You. Bahkan dalam momen-momen paling berbahaya, Ben cepat melemparkan hinaan dan komentar, sikap yang memenangkan hati penonton.

Seperti yang dijanjikan Wright, “The Running Man adalah salah satu film yang memberikan penonton seseorang untuk didukung”. Sebagai penggemar film yang akan tayang, saya tidak sabar untuk menyaksikan adaptasi terbaru dari kisah dystopian ini di layar lebar.

Kesimpulan

Tahun 2025 jelas menjadi tahun yang menjanjikan bagi para pecinta film. Kelima film yang telah saya bahas sebelumnya menunjukkan keberagaman genre yang luar biasa, mulai dari drama biografi olahraga hingga fantasi musikal. The Smashing Machine membawa kisah nyata yang penuh emosi tentang seorang petarung MMA, sementara Frankenstein karya del Toro menawarkan pendekatan segar terhadap kisah klasik yang telah diimpikannya selama puluhan tahun. Tron: Ares akan membawa kita kembali ke dunia digital yang memukau setelah 15 tahun penantian, sedangkan Wicked: For Good melanjutkan kesuksesan adaptasi musikal Broadway yang fenomenal. Terakhir, The Running Man memberikan adaptasi yang lebih setia terhadap novel Stephen King dibandingkan versi sebelumnya.

Meskipun masing-masing film memiliki cerita dan gaya berbeda, semuanya menawarkan pengalaman sinematik yang menjanjikan dengan sutradara berbakat dan pemeran kelas atas. Dwayne Johnson, Oscar Isaac, Jared Leto, Cynthia Erivo, dan Glen Powell tentu akan memberikan penampilan yang mengesankan dalam peran-peran mereka yang menantang.

Jadwal rilis yang tersebar sepanjang musim gugur 2025 juga memberikan kita kesempatan untuk menikmati film-film ini satu per satu. Dari Oktober hingga November, para penggemar film akan dimanjakan dengan karya-karya berkualitas tinggi yang layak ditunggu.

Sebagai pecinta film, saya sangat antusias menyaksikan bagaimana kelima film ini akan menghadirkan cerita yang mendalam, efek visual yang memukau, dan pengalaman emosional yang berkesan. Tanpa diragukan lagi, 2025 akan menjadi tahun yang istimewa untuk industri perfilman global dan untuk kita semua yang menikmati keajaiban layar lebar.

Baca juga artikel Suhu Global 2025 Pecahkan Rekor 123 Tahun

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.