Perang iran israel memasuki babak baru ketika serangan udara terkoordinasi AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari 2026. Operasi Roaring Lion (Israel) dan Epic Fury (AS) menyasar Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Menurut Bulan Sabit Merah Iran, serangan ini menewaskan 555 orang termasuk 150 warga sipil, dengan 747 lainnya terluka. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik ke negara-negara Teluk, mengancam Selat Hormuz yang dapat melumpuhkan lebih dari 30 persen perdagangan dunia. Dalam artikel ini, kami akan mengulas kenapa israel menyerang iran, bagaimana amerika iran terlibat dalam konflik iran israel, serta dampak perang iran israel amerika terhadap stabilitas regional dan global.
Akar Konflik Iran-Israel dan Keterlibatan Amerika Serikat
Sejarah Permusuhan Iran-AS Sejak Revolusi 1979
Hubungan amerika iran mengalami transformasi drastis setelah Revolusi Islam 1979. Sebelumnya, kedua negara menjalin hubungan strategis sejak 1950-an ketika AS membantu Iran membangun program nuklir sipil pertama melalui program Atoms for Peace. Namun pada 1953, operasi intelijen AS dan Inggris menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh yang berniat menasionalisasi tambang minyak, kemudian mengembalikan kekuasaan kepada Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat.
Revolusi 1979 mengubah Iran menjadi Republik Islam di bawah Ayatollah Khomeini dan memicu sentimen anti-AS yang kuat. Puncaknya terjadi pada 4 November 1979 ketika mahasiswa pro-Khomeini menyerbu Kedutaan AS di Teheran dan menyandera 52 warga AS selama 444 hari. Krisis ini mendorong AS memutuskan hubungan diplomatik pada April 1980 dan memberlakukan sanksi ekonomi yang terus diperketat hingga saat ini.
Konflik Proksi Iran-Israel di Timur Tengah
Konflik iran israel berkembang melalui jaringan proksi yang kompleks di seluruh kawasan. Iran mendirikan Hizbullah di Lebanon pada 1982 melalui Garda Revolusi sebagai respons atas invasi Israel. Kelompok ini menjadi sekutu utama Iran dengan dukungan finansial dan militer yang signifikan.
Iran juga memberikan bantuan keuangan tahunan kepada Hamas sekitar IDR 317 juta. Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dalam kesaksian menyatakan bahwa semua rudal di Gaza dan Lebanon diciptakan dengan dukungan Iran. Jaringan ini meluas hingga kelompok Houthi di Yaman, milisi Syiah di Irak, dan pasukan pendukung rezim Assad di Suriah yang mencapai 80.000 personel.
Program Nuklir Iran sebagai Ancaman Utama
Program nuklir Iran bermula sejak 1950-an dengan bantuan AS, namun kekhawatiran internasional meningkat setelah Revolusi 1979. Pada 2002, inspektur IAEA menemukan uranium berkadar tinggi di fasilitas Natanz yang memicu sanksi internasional. Kesepakatan JCPOA ditandatangani pada 2015 oleh Iran, China, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.
Presiden Trump menarik AS keluar dari JCPOA pada 2018 dengan alasan perjanjian tidak cukup efektif. Iran merespons dengan meningkatkan pengayaan uranium hingga 60 persen, jauh melampaui batas 3,67 persen yang ditetapkan JCPOA. Pada 18 Oktober 2025, Iran secara resmi mengumumkan penghentian JCPOA dan menyatakan tidak lagi terikat oleh pembatasan program nuklir. IAEA melaporkan Iran telah mengumpulkan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati level senjata yang membutuhkan pengayaan 90 persen.
Kenapa Amerika Serikat Ikut Terlibat dalam Perang Iran Israel
Kepentingan Strategis AS di Timur Tengah
Timur Tengah tetap menjadi prioritas Washington meskipun jumlah pasukan AS menurun dari 160.000 tentara pada 2007 menjadi kurang dari 40.000 personel saat ini. Kawasan ini menerima 38 persen ekspor senjata AS antara 2019-2023, menjadikannya pasar terbesar bagi industri pertahanan Amerika. Lebih dari 17.000 kapal melewati Laut Merah setiap tahun, membawa sekitar 12 persen perdagangan global. Selat Hormuz dan Terusan Suez juga merupakan jalur maritim yang sangat penting bagi perekonomian AS.
Aliansi Militer AS-Israel
Amerika menghabiskan lebih dari USD 22 miliar untuk mendukung operasi militer Israel sejak 7 Oktober 2023. AS memasok 69 persen kebutuhan senjata Israel periode 2019-2023, angka yang meningkat menjadi 78 persen pada akhir 2023. Hingga Desember 2023, AS mengirimkan lebih dari 10.000 ton senjata senilai USD 2,4 miliar, jumlah yang naik menjadi 50.000 ton pada Agustus 2024. Sejak 1946, Washington telah memberikan lebih dari USD 310 miliar bantuan militer dan ekonomi kepada Israel. Perjanjian bantuan senilai USD 38 miliar yang ditandatangani pada 2016 masih berlaku dengan alokasi USD 3,8 miliar per tahun.
Ancaman terhadap Pangkalan Militer AS
Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah. Rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan militer AS terbesar di kawasan tersebut. Serangan juga menyasar Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di UEA, dan markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Doktrin Trump tentang Pergantian Rezim Iran
Trump membawa pendekatan baru yang dikenal sebagai Doktrin Trump: Hit, Remove, Stabilize. Operasi Grand Fury di Iran bergerak cepat dan brutal melalui serangan presisi berbasis intelijen satelit dan kecerdasan buatan. Khamenei dan komandan senior IRGC tewas dalam waktu dua hari tanpa mengirim satu pun pasukan darat AS.
Dampak Perang Iran Israel terhadap Kawasan Regional
Serangan Balasan Iran ke Negara-Negara Teluk
Iran menghantam pangkalan militer AS di kawasan Teluk pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai respons atas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran. Teheran menargetkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, dan Pangkalan Udara Al-Dhafra di UEA. Ledakan terdengar di Manama, Abu Dhabi, Doha, dan Kuwait City ketika sistem pertahanan udara mencegat rudal Iran.
Serangan menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya di UEA. Di Abu Dhabi, serpihan drone menyebabkan satu orang tewas dan tujuh terluka di Bandara Internasional Zayed. Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan dengan empat staf terluka. Serpihan rudal memicu kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali dan merusak hotel mewah di Palm Jumeirah termasuk Fairmont The Palm dan Burj Al Arab.
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman Krisis Energi
Iran menutup Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia. Selat ini membawa minyak dan gas dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, UEA, dan Iran ke pasar Asia. Garda Revolusi Iran mengklaim kendali penuh atas selat tersebut pada 4 Maret 2026. Perusahaan pelayaran Denmark Maersk menangguhkan semua penyeberangan kapal hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Korban Sipil di Iran, Israel, dan Negara Tetangga
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan 201 orang tewas dan 747 terluka di 24 provinsi. Serangan ke Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh di Minab menewaskan 108 anak-anak. Hampir 2.000 penerbangan di kawasan Timur Tengah dibatalkan sejak Sabtu. Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, dan UEA menutup wilayah udara mereka.
Eskalasi Konflik Lebanon dan Peran Hizbullah
Hizbullah menembakkan rudal dan drone ke Israel pada Minggu malam sebagai pembalasan. Kelompok ini meluncurkan serangan dari Lebanon yang memicu sirene di Israel utara. Militer Israel melancarkan serangan balasan terhadap basis Hizbullah di seluruh Lebanon termasuk pinggiran selatan Beirut. Eskalasi konflik memaksa hampir 700.000 orang mengungsi di Lebanon termasuk 200.000 anak.
Dampak Global Perang Iran Israel Amerika
Kenaikan Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah Brent melonjak 16,4 persen menjadi sekitar $108 per barel. Dalam sepekan terakhir, Brent naik 27 persen sedangkan WTI meningkat 35,6 persen. Gangguan pasokan memaksa Irak mengurangi produksi hingga 70 persen menjadi 1,3 juta barel per hari.
Ancaman Perang Dunia Ketiga
Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai konflik ini berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga karena melibatkan aktor utama AS dan Israel. Potensi membesar dari hari ke hari dengan terbakarnya ladang minyak di Timur Tengah dan pengendalian Iran atas Selat Hormuz. Ledakan instalasi rahasia dapat memicu serangan balik total.
Keterlibatan Rusia dan Tiongkok
Rusia dan China mengecam pembunuhan Khamenei namun tidak memberikan dukungan militer langsung. Perjanjian Rusia-Iran Januari 2025 tidak mencakup klausul pertahanan bersama. China membeli 87,2 persen ekspor minyak Iran, namun Beijing hanya fokus pada diplomasi untuk menjaga stabilitas kawasan.
Respons PBB dan Komunitas Internasional
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian perang dan memperingatkan risiko konflik regional lebih luas. Badan Energi Atom Internasional melaporkan kerusakan berat di fasilitas Natanz dengan kontaminasi radiologis. Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat namun belum mengeluarkan resolusi resmi.
Krisis Kemanusiaan dan Pengungsi
PBB melaporkan 3,2 juta warga Iran mengungsi sejak akhir Februari dengan mayoritas meninggalkan Teheran. Lebih dari 1.300 orang tewas termasuk ratusan anak-anak di sekolah dasar Minab. Puluhan fasilitas medis rusak akibat pengeboman.
Kesimpulan
Perang Iran Israel dengan keterlibatan AS menunjukkan bagaimana konflik regional dapat dengan cepat berkembang menjadi krisis global. Penutupan Selat Hormuz, lonjakan harga minyak, dan ancaman eskalasi melibatkan kekuatan dunia menunjukkan bahwa stabilitas Timur Tengah mempengaruhi setiap negara tanpa terkecuali.
Saat situasi terus berkembang, kami akan terus memantau dampaknya terhadap ekonomi global dan upaya diplomatik untuk mencegah konflik lebih luas. Krisis kemanusiaan yang terjadi mengingatkan kita bahwa konsekuensi perang melampaui pertimbangan strategis dan politik semata.
